Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Mapanraq sonaiq toaq Mongeaq sonai toaq Muaq iq-o bandi Usimonge-mongeang."
Susah dan merana tak kan mengapa Sakit pedih biarkan daku Asalkan dikau Membalas kasihku
PERISTIWA
Karena Negara Menjamin Kemerdekaan Memeluk Agama
SulbarDOTcom - Karena Negara Menjamin Kemerdekaan Memeluk Agama


 Kamis, 29 Oktober 2015 08:45:19  | Dibaca : 970 kali
 
Sulbar.com - Dalam pembukaaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Pasal 29 ayat 2 disebutkan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya.

"Olehnya, kita sebagai warga Negara sudah sepatutnya menjunjung tinggi sikap saling toleransi antar umat beragama dan saling menghormati antar hak dan kewajiban yang ada diantara kita demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," begitu salah satu tukilan benang merah pemaparan Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Barat, KH. Muhammad Syibli.

Dalam acara sosialisasi empat pilar yang dikemas dalam Dialog Lintas Agama dan digelar Rabu, 28 Oktober 2015 kemarin, di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat, Syibli mengemukakan pandangannya bahwa, dibutuhkan kesadaran bersama akan pentingnya toleransi dalam kehidupan beragama. "Sebab hanya dengan hubungan yang harmonis antar warga Negaralah akhirnya kita akan sampai kepada kesejahteraan bersama dan proses percepatan pembangunan bagi negeri itu dapat segera kita wujudkan".

Ditambahkannya, manusia adalah makhluk indiviudu sekaligus sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial tentunya manusia dituntut untuk mampu berinteraksi dengan individu lain dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Dalam menjalani kehidupan sosial dalam masyarakat, seorang individu akan dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang berbeda warna dengannya salah satunya adalah perbedaan agama.

"Nah, dalam menjalani kehidupan sosialnya itulah, tidak bisa dipungkiri kita akan dipertemukan dengan gesekan-gesekan yang akan bisa saja terjadi antar kelompok masyarakat, baik yang berkaitan dengan ras maupun agama. Karenanya dalam rangka menjaga keutuhan dan persatuan dalam masyarakat, diperlukan sikap saling menghormati dan saling menghargai, sehingga gesekan-gesekan yang dapat menimbulkan pertikaian dapat dihindari," urainya diacara yang berlangsung khidmat tersebut.

Syibli menyebutkan, masyarakat juga dituntut untuk saling menjaga hak dan kewajiban antara yang satu dengan yang lainnya. "Sebab antara kewajiban dan hak itu harus memiliki keseimbangan pemenuhannya. Terlebih lagi hak kita pada kebebasan sebagai makhluk sosial tentu dibatasi oleh pertimbangan hak dan kepentingan orang lain. Mesti ada kesadaran bersama, bahwa pada saat kita keinginan untuk memenuhi hak kita pada kebebasan, dalam waktu yang bersamaan juga ada hak orang lain yang mesti sama kita hormati," tuturnya. 


[YAT/YAT]
 
Tag : polman
 
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 547,405

web server monitoring service RSS