Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Gau tongappai iyau Sara mennassa topa Annaq tiwua Temunganna nyawau."
Tindak laku yang mulia Hasrat suci yang jelas Yang akan mampu membuka Tabir pintu kalbuku
PUISI
Puisi Hendra Djafar
SulbarDOTcom - Puisi Hendra Djafar


 Penulis
: HENDRA DJAFAR
 Minggu, 27 Desember 2015 20:50:25  | Dibaca : 1305 kali
 
Sulbar.com - Resonansi Derita

Kau tiba-tiba mencakari hatimu
Ketika lagu nina bobo
Dinyanyikan lolongan anjing malam
Kau lupa bahwa ibu telah mati
Nina bobopun senyap dari dunia

Bangunlah mungkin kita masih punya ayah
Diantara suara dentum mesin
Berisik di pantai

Atau barang kali ibu akan hidup lagi
Setelah padi dipotong mesin itu
Sementara biarkan rice cooker
Bekerja dengan listrik di rumah kita
Bukankah hidup ini lebih indah
Tanpa dogma-dogma pamali

Mari kita keluar dengan bertelanjang dada
Tiada lagi ayah memetoti dengan nasihat-nasihat
Ketika sebatang rokok terselip di bibir kita

Di luar rumah angin bergitu kencan
Disini tak ada ayah disini tak ada ibu
Lalu tiba-tiba kita dapati diri
Dalam keadaan yatim piatu

Anak-anak yatim piatu terus dicatat
Ketika ayah dan ibunya mati
Digertak teknologi
Nasihatnya ditelan kebisingan zaman
Lalu untuk apa ayah dan ibu hidup
Bila nasihatnya tak bertuan

Bantaeng, 27 Desember 2015


Aduhai...

Kematian pasti datangnya
Dulu aku tidak percaya itu
Karna yang pasti datang adalah malaikat maut
aku tak takut kematian yang aku takuti hanya malaikat maut
malam ini aku mengenal tante girang
mengedipkan matanya padaku
bibirnya ditambal lipstik
roknya super mini
bajunya seperti robekan kain saja
tak menutupi seluruh badannya

Aduhai…
tapi belum aduhai…
yang aduhai …saat di wisma…
di sanalah aku mebayangkan
bagaimana kalau malaikat maut itu rupanya tante girang
memcumbu...mencium…dan menelanjangi…
aku pasti akan lupa sekarang sudah di angkasa apa
tapi aku tak lupa menyebut nama Tuhanku saat terbang
sebab kematian pasti datang
entah dengan siapa menjemput kita

Bantaeng, 27 Desember 2015


Aku Datang Adamu


Anjing baru saja jilati tubuhku
Saat adzan subuh gumandang
aku mau mandi baru datang padaMu ya Tuhan
tapi air berhenti mengalir di desa kami
setelah pemerintah  menemboknya
untuk penambahan PAD
kami sudah melarangnya
tapi kawan kami malah di tangkap polisi
liur anjing masih di tubuhku
tak mungkin ku bersihkan dengan tayanmun
apa lagi menunggu sampai kering
sekering sawah kami
tapi aku tahu Tuhan maha Tahu
aku tetap akan datang padamu ya Tuhan
subuh ini terlalu aku ingin bicara banyak padaMu.

Bantaeng, 27 Desember 2015



Intermeso dari Pantai

tubuh siapa yang aku kenakan ini
wajahku jadi aneh di bawah lampu gemerlap
kita hanya bicara lalu semua berubah
kau bawah pelitaku
yang seing aku nayalakan diatas sampan
kau membawahnya…
berkeliling dari kota-kota
seakan jadi bukti nelayan hidupnya pelita
ka uterus membawahnya
seperti membawah celengan mesjid keliling
lalu tiba-tiba kota menusuk hati
dari pantai gubahannya
di pantai pernah aku ikat sampan
agar tidak terbawah arus
tapi lampu arusnya
lebih besar
sampan hilang
diriku lenyap
anakku pulang ke rumah
membongkar lemari bajunya
ia lebih ingin telanjang
ketimbang memakai baju tak sesusai dengan sinaran lampu
keadaan jadi asing
mari kita biacara lagi
walau tak sama di suasana awal
bisa disaksikan ikan kecil di bibir pantai
“disini terlalu bising Kita tak perlu bicara lagi. Terimah saja deru ombak yang telah berganti musik karokean,” katamu

Bantaeng, 26 Desember 2015


Kidung Sembilu

Dalam alam semestaku
Ada gelapnya suratan takdir
Jadi hulu tiap tanyaku
Siapa lagi yang mau melagukannya
Atau melafasnya dalam doadoa?

Tentang tangis bayi
Mengeringnya air susu ibu
Atau kepak elang
Yang tak peduli warna melati
Jadi ancaman pada bangsa kerdil
Pada jendela kecil rumah panggung
Pun mengandung bahaya
Kidungku sembilu
Pada hati yang membelati
Pada bangsa yang besar perut dari hatinya
 
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : HENDRA DJAFAR

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, mantan Ketua Kosaster Siin Unasman ini juga penggiat seni budaya terlibat sebagai aktor dan sutradara di beberapa pertunjukan

ARTIKEL TERKAIT
 
KOMENTAR
syuman saeha kama'na pangrita palogai :
Minggu, 27 Desember 2015 20:50:25
kelima puisi di atas yang ditulis oleh hendra djafar, boleh dianggap (untuk tidak berbahasa tepat arah) sebuah upaya untuk menawarkan sebuah realitas dalam realitas puisi-puisi hendra djafar. tentu saja ini tak sekadar bermain dengan kata. jauh dari tarikan busurnya, akan melesakkan ratusan (kalau bukan ribuan) anak panah ke dalam satu keadaan dimana masyarakat mengalami kondisi dan situasi kehidupan yang dipotretnya. (hendra) Bukan hendra kalau tak piawai bermain di rana seperti ini. para salama. tabe.
Ucu' Riotongang :
Minggu, 27 Desember 2015 20:50:25
Selain itu, beliau juga yang menamai saya "Riotongang"...hehehe Salam budaya kanda.
murdiono :
Minggu, 27 Desember 2015 20:50:25
sya ingat foto bang hendra di atas waktu milad kosaster siin unasman yg ke .....hhehhe sy lupa .seingat saya .saya sempat membacakan puisi jga saat itu ...dan bang hendra pada saat membaca puisi .....sy lupa jga ...dan paling saya ingat bang hendra membacakan puisi saat itu puisi yg membuat mahasiswa duduk malu tersipu disudut bangunan kampus ...slm bang hendra
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 585,364

web server monitoring service RSS