Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Dipameang pai dalle Dileteangngi pai Andiang dalleq Mambawa alawena."
Rezeki harus dicari Dan dibuatkan titian Tiada rezeki Yang datang sendiri
ULASAN
Mengurai Estetika Kehidupan di Atas Panggung Pertunjukan
SulbarDOTcom - Mengurai Estetika Kehidupan di Atas Panggung Pertunjukan


 Penulis
: MUHAMMAD JUNAEDI MAHYUDDIN
 Selasa, 29 Desember 2015 07:37:02  | Dibaca : 892 kali
 
Sulbar.com - Malam kemarin, Minggu 28 Desember 2015 Jarum panjang pas berada di angka 12 dan jarum pendek bertengger di angka delapan. Gadis berbaju putih bersarung saqbe merah jambu mempersilahkan penabuh rebana "Al-Amin" dari kecamatan Wonomulyo untuk tampil di panggung Aula S Mengga Unasman dan sekaligus membuka acara final teks mahasiswa Unasman jurusan Bahasa Indonesia semester 7. Gedung yang agak kecil karena penonton ramai, dihadiri dari kalangan mahasiswa/i Unasman, sontak riuh dengan tepuk tangan penonton karena penampilan rebana Al Amin yang membuka penampilannya dengan syair Kalindaqdaq. Tepuk tangan pun makin jadi dan beberapa penonton memancing pemain rebana untuk melanjutkan kalindaqdaq dengan dilontarkan "apa bomo eeee".

Sebuah ide yang brilian ditawarkan pengampuh mata kuliah tersebut, mahasiswa diajak untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka dapati di kelas. Lalu, diarahkan untuk terjung bebas mengkaji ilmu kesustraan mandar kalindaqdaq yang kemudian dipentaskan dalam bentuk lakon Koa-koayang. Kegiatan final teks, merupakan rangkaian akhir dari mata kuliah pilihan “Sastra Mandar” yang diampuh oleh dosen muda Unasman Abd Muttalib Tajuddin, S.Pd., M.Pd. Setelah mahasiswa ditempa dengan ilmu teori dalam ruangan kelas mahasiswa diajak untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka dapati selama proses perkuliahan ke dalam pentas panggung pementasan drama (teater).
 
Para mahasiswa/i dibagi dua kelompok A dan B, memainkan naskah yang sama "Koa-koayang" karya Amru Sadong, digubah total lalu dinterpretasikan oleh sutradara yang ditunjuk oleh anggota kelompoknya sendiri, menjadi naskah pementasan dalam membaca lingkungan demografi perkotaan lalu mewarnai dan mengolah kembali ke dalam warna lokal.

Kelompok A memainkan cerita, sekumpulan koa-koayang adalah mahluk (penjaga bumi hutan) yang ingin dibunuh oleh pemilik modal yang ingin membangun pabrik di hutan tersebut. Akan tetapi keinginan pemilik modal terhalang oleh sekumpulan Koa-koayang yang hidup di hutan tersebut. Pemilik modal membuat seyembara dengan mengimin-iminkan jabatan kepada anggota penembak jitu untuk menangkap Koa-koayang.

Sedangkan kelompok  B, memainkan cerita, sekumpulan Koa-koayang merasa terusik dengan keberadaan pemilik modal yang ingin investasi besar-besaran di hutan yang ditempati oleh Koa-koayang. Koa-koayang membuat pertemuan antar Koa-koayang untuk membahas masalah hutan yang ingin dikuasai oleh pemilik modal. Para Koa-koayang sepakat menyerang pemilik modal dan beberapa anggotanya. Sekumpulan Koa-koayang menyerang pemilik modal, pertarungan antar Koa-koayang dan pemilik modal berlangsung sengit dan akhirnya Koa-koayang menang.

Pemaparan masalah yang ditawarkan sutradara makin kompleks karena para Koa-koayang malah saling bunuh dengan alasan, siapa yang layak menjadi pemimpin dalam kelompok Koa-koayang. Para Koa-koayang berebut kekuasaan dan mereka semua mati.

Dapat dikatakan naskah yang disajikan oleh mahasiswa Unasman pada malam itu dapat menjadi stimulus respon bagi mahasiswa yang melakoni peran itu untuk membaca fenomena-fenomena yang terjadi di sekitarnya dan dapat pula menjadi proyeksi diri bagi penonton dalam memahami permasalahan yang terjadi disekitarnya.

Mahasiswa dipacu untuk menjadikan teater sebagai lahan kreativitas kesenian yang mendidik sehingga mampu mendidik generasi muda yang seimbang antara logika, etika dan estetika. Melalui naskah teater juga kita diajarkan nilai-nilai kemanusiaan. Seperti menghargai pesan yang akan dibawakan dan seseorang bisa mengenal berbagai karakter yang dimiliki oleh manusia dan memilah mana yang baik dan buruk. Ilmu yang mereka dapati selama proses perkuliahan hingga malam tadi tentunya mempunyai peran yang sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai moral sebagai investasi moral dalam mengarungi masa depan.

Format Pengajaran Kreatif

Jurusan Bahasa Indonesia Unasman, tanpa mengesampingkan jurusan lain dan universitas yang ada di Sulbar merupakan tempat pelestarian budaya bahasa kesustraan Mandar yang tepat. Dan yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan bahasa indonesia Unasman semalam adalah bukti konkret dari apa yang menjadi cita-cita dosen pengampuh dan kampus Universitas Unasman Al-Asyariah Mandar untuk melestarikan bahasa kesustraan mandar agar tak terdegrasi bahasa pop.

Ada banyak hal positif yang dibawa pulang oleh penonton dan mahasiswa/i yang mementaskan lakon dalam teater. Diawal pembukaan acara kita disuguhi dengan kalindaqdaq yang dilontarkan oleh pemain rebana, setelah itu dilanjutkan dengan beberapa peran yang dimainkan oleh Koa-koayang dan akhiri (ditutup) dengan penampilan passayang-sayang. Malam itu, Aula S Mengga dihujani oleh beribu-ribu kosa kata mandar.

Tampilan yang disajikan pada malam itu, dapat menjadi hiburan dan menjadi media pendidikan yang cerdas dalam membumikan sastra mandar. Seringkali kita terjebak pada paradigma bahwa berkegiatan kesenian merupakan kegiatan yang sifatnya menghibur saja dan mungkin kita beranggapan bahwa kesenian hanya tempat untuk melihat hiburan atau pementasan saja. Tentu kita kita akan mengatakan "kegiatan kesenian itu tidaklah penting".

Akan tetapi, ketika kegiatan kesenia diramu dengan baik, kegiatan kesenian aka menjadi tontotan yang menarik, tidak membosankan dari awal tampilan hingga akhir, kegiatan seperti ini tentunya akan dianggap penting. Perlu kita untuk ketahui bahwa kepekaan seseorang dapat diasah melalui tontontan kesenian terkhusus teater. Sebagai contoh yang paling sangat sederhana, kita sering dapati orang yang asyik menonton tiba-tiba saja bercururan air mata atau kesal karena sifat yang diperankan dalam layar kaca televisi mepunyai niat yang jahat.

Apa yang dilakukan mahasiswa/i Unasman, ketika terjadi kemandegan dalam proses pembelajaran, dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran ketika mahasiswa/i telah mengaplikasikan ilmunya dalam lingkungan yang sesungguhnya di Sekolah. Kegiatan seperti ini akan memberikan manfaat, melatih kepercayaan diri siswa untuk berbicara, memberikan pengalaman estetika kehidupan dan mengembangkan kemampuan intelektual, imajinatif, kepekaan kreatif.
 
Tag : polman
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : MUHAMMAD JUNAEDI MAHYUDDIN

Bergiat di Sikola Paqbanua dan anggota Komunitas Penggiat Budaya dan Pariwisata Mandar
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 585,354

web server monitoring service RSS