Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ] [ Maps ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Inditia Tummuane Bannang Pute Sarana Melo Dicingga Melo Dilango-lango"
Ini dia lelaki Mandar, Pemberani dan pantang surut langkah, Siap menghadapi setiap tantangan yang menghadang, Apapun jua bentuknya
ULASAN
Merancang Perda TV Kabel, Merancang Tontonan Sehat dan Cerdas
SulbarDOTcom - Merancang Perda TV Kabel, Merancang Tontonan Sehat dan Cerdas


 Penulis
: DEWI HERLINA
 Minggu, 3 Januari 2016 21:05:51  | Dibaca : 1085 kali
 
Sulbar.com - Sejak kehadirannya di awal tahun 1900-an, TV telah terbukti mempermudah akses manusia dalam memenuhi kebutuhannya terhadap informasi, hiburan dan pengetahuan. Secara global TV membawa pengaruh publik yang signifikan dan menjelma sebagai media komunikasi massa yang paling efektif. Sayangnya, kian hari konten tontonan TV semakin menimbulkan dampak sosial yang mengkhawatirkan.

Di Jakarta, seorang bocah memukul kakaknya hingga terbunuh dengan meniru gaya pukulan smackdown yang ditonton. Di Mojokerto, lima  pelajar SMK memperkosa teman perempuannya sehabis menonton film porno. Tragis.

Menurut Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) program acara di TV Indonesia banyak menampilkan adegan yang tidak mendidik. Sejurus dengan itu, hasil penelitian Universitas Washington menunjukkan tindak kekerasan akibat tontonan TV meningkat setiap tahunnya.

Hal ini menunjukkan betapa mendesaknya mengambil sikap, mengingat data AGB Nielsen Media Research bahwa TV merupakan media yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Lantas apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan penyiaran sehat dengan tontonan yang cerdas ?

Memahami Ekses TV dan Penyiaran

Sebagai media penyiaran, TV menampilkan pesan dalam bentuk suara bergambar (audio visual sinematografis) sehingga lebih mudah dipahami dan dinikmati oleh masyarakat. Dalam pendekatan konstruktivisme, kemudahan tersebut memperkuat penetrasi TV menjadi shared ideas and values (penyampai pesan dan nilai) yang pada gilirannya membentuk persepsi dan perilaku masyarakat.

Layaknya pisau bermata dua, TV memiliki manfaat konstruktif atau sebaliknya malah menimbulkan dampak yang bersifat destruktif bagi masyarakat. Idealnya TV berperan sebagai sumber informasi (to inform), alat pendidikan (to educated) dan media hiburan (to entertain).

Dari TV, masyarakat dapat mengetahui sejarah, peristiwa terkini dan gambaran masa depan. Dengan tayangan TV pula, masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang kondisi sosial, ekonomi, budaya dan politik dari tingkat lokal hingga mancanegara. Tak hanya itu, TV juga menyediakan konten hiburan alternatif dalam mengisi rutinitas masyarakat yang monoton. Namun di sisi lain dampak destruktifnya pun tidak terhindarkan.

Berbagai dampak destruktif tayangan TV, sebagaimana yang saya paparkan di paragraf awal, terus meningkat. Fenomena ini disebakan oleh konten tayangan TV yang banyak mengekspos adegan kekerasan, pornografi dan adegan lain yang tidak mendidik.

Masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja cenderung mereplikasi/meniru apa yang mereka tonton. Menurut Gerbner, perilaku imitative tersebut akan terbentuk akibat persepsi bahwa adegan kekerasan dan pornografi yang ditayangkan berulang dalam tayangan TV merupakan hal yang lumrah untuk dilakukan di kehidupan nyata.

Karenanya, semakin sering TV menayangkan adegan kekerasan dan pornografi maka potensi perilaku agresif serupa juga semakin memungkinkan untuk terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.

Urgensi Pembentukan Rancangan Perda TV Kabel Pemberlakuan UU nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran membuka lebar kesempatan penyelenggaraan jasa penyiaran. Hal ini dimanfaatkan banyak kalangan membuka bisnis penyiaran berlangganan, TV Kabel.

Sejatinya kehadiran TV kabel dimaksudkan untuk mengatasi kesulitan penerimaan sinyal TV di daerah dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan TV yang lebih luas. Layanan TV kabel banyak menyediakan channel edukatif, hiburan dan berita. Namun tidak sedikit channel yang menampilkan program dengan konten yang tidak mendidik serta bertentangan dengan nilai lokal masyarakat.

Menjamurnya penyedia jasa layanan TV kabel di Sulawesi Barat memerlukan perhatian serius. Ketatnya persaingan di bidang ini dapat memicu persaingan yang tidak sehat, praktik curang, monopoli usaha bahkan wanprestasi layanan yang dapat merugikan masyarakat. Keberadaan layanan TV kabel pun juga memunculkan persoalan lain.

Penyedia layanan menangkap siaran melalui parabola lalu menyalurkannya kepada pelanggan melalui kabel yang dipasang di tiang listrik PLN. Keberadaan kabel tersebut terkesan semrawut dan dikhawatirkan dapat mengganggu kabel listrik PLN.

Terkait permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya, maka diperlukan regulasi/ranperda di tingkat Provinsi Sulawesi Barat hingga tingkat kabupaten yang mengatur layanan TV kabel. Hal tersebut mendesak untuk melindungi masyarakat dalam mendapatkan tontonan yang cerdas. Dengan pembentukan rancangan perda ini juga, diharapkan dapat menciptakan iklim industri penyiaran TV kabel yang sehat dan mampu mendorong perekonomian di daerah.
 
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : DEWI HERLINA

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Sulawesi Barat

ARTIKEL TERKAIT
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 651,371

web server monitoring service RSS