Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ] [ Maps ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Pitu buttu mallindungi Pitu taq-ena ayu Purai accur Naola saliliq-u. "
Tujuh gunung menghalangi Tujuh dahan kayu Semua rata semuanya hancur Dilanda rinduku
KOLOM
Perahu Padewakang Bakal Berlabuh di Pelataran HS. Mengga
SulbarDOTcom - Perahu Padewakang Bakal Berlabuh di Pelataran HS. Mengga
Suasana latihan Madatte Art persiapan pentas teater Nyanyian Laut

 Penulis
: MUH JUNAEDI MAHYUDDIN
 Minggu, 17 Januari 2016 17:25:39  | Dibaca : 1282 kali
 
Sulbar.com - "Iyyau maraqdiamu, puangmua, daengmu toa," bentak Maraqdia kepada Puang. Mendengar itu, Puang dalam sikap yang dingin, pelan menjawab, "adaq tzia dipepuang maraqdia".  Demikian salah satu petikan dialog latihan naskah nyanyian laut. Naskah teater yang ditulis Ibnu Masyis dan akan dipentaskan oleh Madatte Art.

Ibnu yang ditemui saat tengah mengecek persiapan latihan para pemain nyanyian laut itu menyebutkan, latihan yang telah berjalan sekitar tiga bulan itu merupakan rangkaian persiapan untuk pertunjukan kesenian memeriahkan milad kelahiran Madatte Art yang ke empat. "Selain persiapan milad ke empat juga akan dirangkaikan dengan peresmian Rumah Budaya Madatte Art," urai Ibnu.

Tak heran, jika dalam tiga bulan terakhir ini, siapapun yang pernah melintas lewat pada sore atau malam hari, di jalan Mr. Muh Yamin Polewali Mandar, di depan Kantor Lurah Madatte akan dipertemukan dengan pemandangan sekumpulan anak muda yang tengah serius berlatih teater dan musik.

Sekilas Madatte Art

Madatte Art adalah evolusi dari komunitas pemuda kreatif Yang Muda Yang Kreatif (YMYK) yang eksis di tahun 90-an yang dalam perjalnannya kemudian vakum karena macetnya re-generasi.

Hal ini kemudian memantik kegelisahan Nawawi Rundan Lidda yang juga lepasan YMYK untuk kembali merangkul generasi terakhir pemuda di sekitar Kelurahan Madatte untuk menyatu dalam lingkaran baru yang kemudian dilabel sebagai Madatte Art.

Tujuannya hanya satu, untuk menghimpun kembali potensi dan luapan darah seni dalam diri pemuda yang berada di kelurahan Madatte agar mampu memuarakan luapannya dalam wadah kebudayaan, ditengah gempuran budaya luar.

Dalam perjalanannya, Madatte Art aktif melakukan eksplorasi teater dan kesenian dalam bentuk karya yang tidak asal jadi.

Nyanyian laut

Setiap perayaan milad Madatte Art, selalu saja dirayakan dengan mengusung pertunjukan teater dan musik. Tak heran, beberapa judul naskah untuk peringatan milad komunitas ini pun pelan mulai memanjang. Sebut misal, mulai dari naskah kelahiran pertama yang disambut dengan naskah Toqdoq. Disusul milad kedua Siapa Poppoq, dan milad ketiga Ayah Ibu Selingkuh Dengan Anjing.

Dan khusus untuk milad pada kali keempat ini sengaja mengangkat judul Nyanyian Laut. Sebagai hasil perenungan dan pembacaan sejarah oleh Ibnu Masyis yang kemudian dituangkan dalam lembaran naskah teater yang bercerita tentang perjuangan orang Mandar saat meletus perang Makassar sebagaimana yang ada dalam naskah kuno Lontarak Pattodioloang I-II.

Hemat Ibnu, sengaja cerita sejarah perang Makassar ini dipilih, karena hematnya, perang ini melibatkan tokoh-tokoh penting. Dimana pada pertempuran yang berlangsung di Benteng Galesong ini merupakan front strategis yang sangat menentukan hasil akhir perang Makassar.

Tersebab di front inilah seluruh tokoh-tokoh penting dari pihak yang bertikai hadir termasuk Maraqdia Balanipa, Daeng Mallari.

Alhasil Benteng Galesong sampai tak berbekas hari ini. Perkampungan dalam benteng musnah terbakar. Maraqdia Balanipa juga tewas di tempat ini. Begitu dahsyatnya pertempuran di Galesong.

Mencermati naskah Nyanyian Laut ini, dugaan saya, penulis naskah ingin mengajak yang hadir pada malam pementasan nanti melihat muatan perang Makassar yang di dalamnya syarat dengan ragam intrik, heroisme dan dilema.

Kapal Padewakang di Pelataran HS Mengga


Jika tak ada aral yg melintang, kegiatan Milad Madatte Art akan dilaksanakan di Pelataran Stadion HS Mengga pada tanggal 23 Januari mendatang. Untuk milad kali ini akan dilaksanakan di ruang terbuka. Dimana panggung pertunjukannya secara khusus akan didesain secara artistik dengan menggunakan Kapal Padewakang sebagai properti sekaligus panggung yang akan digunakan para pelakon teater.

Hal ini sengaja dilakukan di luar gedung (out door) karena tiadanya ruang yang dianggap mampu untuk memuat properti Kapal Padewakang. Dan sering kali Madatte mendapat pertanyaan dari beberapa kawan-kawan yang terlibat dalam wilayah kesenian "Mengapa konsep panggung milad (teater) Madatte Arts kesannya selalu biasa saja dan begitu-itu saja. Dan apa yang Madatte lakukan ini, agar garapan tahun ini lebih dewasa dan lebih matang dalam berbagai perspektif dari tahun sebelumnya.

Penting dicatat, mengangkat tema sejarah adalah hal yang sangat penting karena belajar pada sejarah, kita akan kembali menemukan identitas kita, identitas Mandar.

Menguak kisah sejarah, bukan hal yang mudah, penuh cucuran keringat dan kepulan asap rokok karena bicara tentang sejarah, apalagi di Mandar sangat sulit menemukan referensi yang memadai dalam menguak peperangan besar Makassar itu.

Riset kecil di beberapa titik telah dilakukan oleh anggota Madatte Art dibarengi konsultasi dari beberapa pakar dan kawan, termasuk dengan Horst libner, Muhammad Ridwan Alimuddin, Dahri Dahlan, Zulfihadi, dan Puaq Agus (Tukang Samadun) sebagaimana diberitakan sebelumnya di SulbarDOTcom yang dimaksudkan sebagai langkah membandingkan dengan poin-poin dalam buku yang digunakan sebagai data untuk menambah referensi dalam mengolah gerak dan alur cerita.

Akhirnya, awal tahun 2016 Madatte Art akan kembali membuka peristiwa kesenian. Dan mari menjadi bagian dalam pelayaran ini.  Sebab Mandar kita hadir dalam sejarah. Mandar kita punya kisah di lautan. Dan Mandar kita ada dalam nyanyian laut.
 
Tag : polman
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : MUH JUNAEDI MAHYUDDIN

Selain aktif menulis SulbarDOTcom, dirinya juga Bergiat di Sikola Paqbanua dan anggota Komunitas Penggiat Budaya dan Pariwisata Mandar

ARTIKEL TERKAIT
Demi Nonton Ical Majene di DA3, Para Fans Rela Begadang
PNLH XII Walhi di Palembang Bahas Beragam Problem Lingkungan
Selama di Polman, KH. Muhammad Idrus Ramli dikawal Banser
Malam ini, Panitia FBS 2015 Gelar Bioskop Budaya di Unasman
Koperasi, Pilar Pembangunan Ekonomi Rakyat
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 651,339

web server monitoring service RSS