Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ] [ Maps ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Pitu buttu mallindungi Pitu taq-ena ayu Purai accur Naola saliliq-u. "
Tujuh gunung menghalangi Tujuh dahan kayu Semua rata semuanya hancur Dilanda rinduku
KOLOM
Cukup
SulbarDOTcom - Cukup


 Penulis
: ABDUL MUTTALIB
 Sabtu, 13 Februari 2016 15:27:35  | Dibaca : 1006 kali
 
Sulbar.com - Cukup diterjemahkan sendiri jika suatu kali sempat berkunjung ke warung kecil nan sempit, dan terkesan kumuh tapi begitu digandrungi bahkan terkadang diposisikan sebagai land mark atau penanda sebuah kota.

Warung yang jika dilihat dari pola manajemen dan strategi penjualan masih bersetia menganut falsafah cukup. Logika produksi cukup bertolak belakang dengan logika pasar yang girang diarahkan pada optimalisasi produksi, menghamba pada selera massal dan terkadang abai memperhatikan kualitas.   

Berbeda dengan warung kecil yang pelanggannya tak lelah bahkan tak henti menyarankan agar segera dan membuka cabang usaha. Minimal dapat menambah jumlah produksi, tapi malah ditanggapi santun oleh pemilik warung dengan mengatakan; cukup.

Arti kata cukup yang terkesan tidak lazim jika dilihat dari Kualitas produksi yang sudah teruji zaman dan sukses dicecap beragam selera, bahkan sudah memiliki penikmat yang sudah teramat setia. Cukup seolah hadir menjadi anti tesa dari kata sedikit dan banyak.

Bukan soal kurang dan lebih. Tapi soal sikap dan laku hidup untuk menghindari kata berlebih sekaligus berkekurangan. Takaran jumlah produksi sebatas mencukupi kebutuhan dan menampik keinginan berlebih.

"Cukup anak bisa sekolah, bisa menabung sedikit, saya rasa itu lebih dari cukup," kata pemilik warung.

Arti kata cukup, sebenarnya tidak lagi populer di tengah gaya hidup yang kian berlebihan. Makna kata cukup, tidak lagi familiar di era industri yang nihil daya takar produksi dan terkadang lebih mengukuhkan semangat konsumtif sebagai adabnya.  

Sikap hidup cukup yang secara diametral selalu dianggap stagnasi. Ditengarai menghambat kemajuan. Dicurigai tidak marketable atau menjual di tengah pasar yang indikator keberhasilannya hanya dinilai dari seberapa banyak dan riuh transaksi yang dapat dilakukan.   

Lalu makna kemajuan bagi pengusaha semacam itu apa? Bukankah kemajuan selalu butuh inovasi? Bukankah kemajuan selalu menuntut peluang? Bukankah kemajuan selalu mendambakan kesempatan? Inovasi yang tidak mengenal batas. Peluang yang tentu tidak selalu datang.

Sementara kesempatan tentu tidak dapat menunggu. Semua usaha butuh inovasi. Peluang butuh dikejar, sedangkan kesempatan harus diciptakan. Kalau perlu digenjot agar menghasilkan sesuatu yang tak terbatas dengan dalih kemajuan.
   
Mungkinkah pemilik warung itu mencoba menyatakan bahwa ketika hampir semua pengusaha warung berlomba membangun dan memperluas jejaring usahanya, ia sudah cukup memilih kata cukup sebagai adab dari sistem usahanya.

Semacam patokan. Semacam panduan. Semacam batasan. Semacam hukum hidup yang tidak berlebihan. Biar tetap bisa memegang kendali dari sisi prinsip dan nilai usahanya. Tidak menjadikan kemajuan usahanya yang susah payah dirintis dan lantas menguasainya sebagai creator dari sebuah sistem usaha yang susah payah dilahirkannya.

Jadi takaran sukses pengusaha warung macam mereka seperti apa? Mungkin cukup di jawab dalam hati.
 
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : ABDUL MUTTALIB

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, dirinya juga bergiat di Teater Flamboyant

ARTIKEL TERKAIT
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 814,640

web server monitoring service RSS