Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ] [ Maps ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Mazdondonna duambongi Annaq maullung allo Damoq pettule? Salili-uq motu-uq."
Besok lusa Manakala langit mendung Tak usahlah anda bertanya Itulah pertanda kerinduanku
KOLOM
Belajar Untuk Menjadi Kesatria
SulbarDOTcom - Belajar Untuk Menjadi Kesatria

 Penulis
: MUH FADHOL TAMIMY
 Minggu, 10 April 2016 13:29:43  | Dibaca : 810 kali
 
Sulbar.com - Belajar  untuk  menjadi  kesatria  adalah  suatu  bentuk  penghargaan  diri  dalam  menjalani  kehidupan.  Ada  seorang  istilah  yang  mengatakan  bahwa  setiap  orang  yang  hidup  tentu  tak  akan  lepas  dari  apa  yang  namanya  kesalahan.  Hal  tersebut  dikarenakan  ada  beberapa  jenis  dan  juga  sifat  manusia  yang  tidak  bisa  untuk  dihindari,  diantaranya  adalah  kekurang  hati-hatian  dalam  bersikap  ataupun  ekspektasi  yang  salah  diakibatkan  oleh  realitas  yang  tak  sesuai  dengan  bayangan.

Kekhilafan  yang  terjadi  menjadi  sebuah  ajang  pembuktian  diri  kita  sebagai  seorang  manusia  yang  memiliki  jiwa  kesatria,  atau  jiwa  seorang  pecundang.  Karena  toh  dari  kekhilafan  tersebut  ada  tipe  jenis  manusia  yang  bersedia  untuk  menjadi  kesatria  dengan  mengakui  kesalahan,  atau  menjadi  seorang  pengecut  ulung  dengan  melemparkan  kesalahan  serta  tanggung  jawab  yang  ada  pada  dirinya.

Hari  ini  kita  pun  seakan  melihat  pertarungan  karakter  antara  kesatria  dan  pecundang  dalam  dinamika  perpolitikan  indonesia  saat  ini.  Sebelumnya  kita  telah  melihat  hal  tersebut  pada  kasus  SN  yang  akhirnya  lengser  dari  puncak  jabatannya  sebagai  ketua  DPR  sang  dewan  terhormat.  Kasus  papa  minta  saham  yang  lalu  menjadi  sebuah  pewarna  manis  dalam  dinamika  kehidupan  sang  jargon  dewan  terhormat  tersebut.  Disebut  kesatria  kah  sikap  mengundurkan  diri  atau  sebuah  sikap  kecepit  membuang  barang  bukti  dari  segala  sangkaan  dan  persalahan.

Pun  dengan  polemik  yang  terjadi  di  DKI  Jakarta  kali  ini.  Beberapa  media  mengabarkan  bahwa  terdapat  dugaan  penyuapan  terhadap  oknum  pejabat  untuk  menggolkan  pembangunan  proyek  yang  rencananya  akan  di  lakukan  atas  lahan  reklamasi.  Persangkaan  ini  membidik  orang-orang  penting  di  sana.

Para  pengusaha  jempolan  yang  berbendera  Agung  Podomoro  Land,  serta  ketua  komisi  D  DPRD  DKI  Mochamad  Sanusi  (suara  pembaruan  edisi  selasa  5  april  2016).  Proyek  rencana  reklamasi  pantura  (Pantai  Utara  Jakarta)  yang  menghadirkan  persangkaan  tersebut  padahal  tak  akan  bisa  dilaksanakan  jika  sang  pemberi  mandat  izin  utama,  dalam  hal  ini  gubernur  DKI  Jakarta  tak  ikut  turun  tangan.

Dalam  sebuah  sesi  wawancara  yang  di  lakukan  oleh  wartawan  tv  one  pada  hari  selasa  5  april  2016  tersebut  gubernur  DKI  Jakarta  secara  tegas  menjelaskan  bahwa  pemerintahnya  mengetahui  dan  menyetujui,  namun  lagi-lagi  sang  gubernur  tak  mau  disalahkan  dengan  melemparkan  tanggung  jawab  tersebut  kepada  sekertaris  provinsinya.

Entah  ini  kebangetan  atau  tidak,  namun  seharusnya  sang  gubernur  yang  di  percayai  sebagai  pemimpin  harus  rela  untuk  mengambil  tanggung  jawab  setiap  gerak-gerik  yang  di  lakukan  anak  buahnya.  Hal  ini  sperti  kembali  melihat,  apakah  yang  dilakukannya  saat  ini  termasuk  ke  dalam  bagian  dari  kesatria,  ataukah  masuk  ke  dalam  bagian  pecundang  yang  besembunyi  di  balik  ketiak  kekuasaan  dan  jabatan.

Meskipun pada kenyataannya proyek pembangunan Gaint Sea Wall ini tetap dilanjutkan, namun pihak KPK masih terus melakukan penyidikan terhadap para pelaku yang diduga melakukan suap dan disuap. Terlepas dari itu semua seharusnya sifat kesatria pak gubernur tersebut di tampakkan pada publik sebagai seorang pemimpin yang berani. Jangan hanya pinter untuk bentak-bentak ataupun ngomel melulu di depan wartawan untuk pencitraan, tapi mbok yo beranio menghadapi KPK dan tak terus menerus melemparkan kesalahan dan tanggung jawab kepada orang lain.

Toh katanya juga ingin kembali maju menjadi gubernur lagi. Jika terus menerus melemparkan kesalahan, sebaiknya para warga DKI Jakarta bisa menilai dengan kejelian lagi, masih pantaskah memilih. Terlebih lagi sang gubernur ini menjadi salah satu tokoh yang sering disorot oleh media, dan mendapat bekingan opini “baik” dari para pengamat yang selalu melakukan Brainstorming kepada masyarakat lewat media dengan predikat “jujur”, “tegas”, “berani” dan baik.

Tepiskanlah segala keraguan untuk selalu menjadi kesatria yang sesungguhnya, tanpa embel-embel pencitraan yang menaunginya. Ambil tanggung jawab dengan gagah berani dan sikap kesatria adalah modal terbaik seorang yang pantas dikatakan sebagai pemimpin. Stop untuk melempar masalah dan tanggung jawab, namun di belakang ketawa-ketiwi dan bersikap arogan. Karena pada hakikatnya seorang pemimpin adalah merka yang tak cuma berani omong dan berprilaku  hanya di depan media dan layar kaca, namun seroang pemimpin adalah orang yang akan selalu berjuang membela kebenaran walaupun tak terlihat dan tak terjamah ruang dan waktu.

Semoga kita mendapatkan pemimpin yang memiliki prilaku itu semua dan berani untuk menjadi kesatria, bukan pecundang jalanan.
 
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : MUH FADHOL TAMIMY

Mahasiswa Psikologi Universitas Mulawarman Esais dan Pemerhati Masalah Sosial Media

Artikel Terkait
 
Komentar
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2019 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 1,366,353

web server monitoring service RSS