Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ] [ Maps ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Inggai para mattinja Para malloa-loa Batattaq bappa Mala dai si pake."
Marilah kita berikrar Sama berjanji Semoga hubungan yang penuh kenangan ini Dapatlah hendaknya terjalin dengan mesrah
PERISTIWA
Merasa Adat Diingkari, Masyarakat Adat Nosu Gelar Demo di PN
SulbarDOTcom - Merasa Adat Diingkari, Masyarakat Adat Nosu Gelar Demo di PN
Solidaritas Masyarakat Adat Kecamatan Nosu saat menggelar aksinya di depan PN Polman

 Penulis
: FRENDY CHRISTIAN
 Selasa, 3 Mei 2016 07:45:52  | Dibaca : 1128 kali
 
Sulbar.com - Puluhan orang yang terhimpun dalam Solidaritas Masyarakat Adat Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa menggelar demonstrasi di halaman Kantor Pengadilan Negeri (PN) Polewali Mandar (Polman) lantaran merasa  kecewa dengan tindakan aparat yang dinilai telah melakukan pengingkaran adat yang dilakukan oknum aparat. Dalam aksinya, selain berorasi juga dibarengi dengan aksi pageleran tari Mabadong (tarian duka-red) sebagai simbol matinya peran adat.

Jhony, koordinator aksi menyebutkan, kegiatan yang digelar merupakan wujud solidaritas masyarakat adat Nosu yang merasa dilecehkan lantaran fungsi adatnya tidak lagi menjadi acuan penegakan hukum dalam menangani masalah.

"Amba.T dan Lisseng yang dituding telah melanggar Pasal 310 ayat 1 KUHP tentang penghinaan sangat tidak sesuai dengan fakta yang ada karena, antara terlapor dan Maraya telah diurus dan diselesaikan secara adat yang dihadiri, Kepala Desa Siwi, Lurah Nosu, Camat Nosu dan sejumlah Yokohama adat Nosu dengan perdamaian. Hal itu ditunjukkan dengan pemberian seekor kerbau oleh Amba T dan Lisseng ke Maraya sebagai wujud perdamai," ujar Jhony kepada SulbarDOTcom di Kantor PN Polman Senin, 2  Mei kemarin.

Hal itulah yang menurut Jhony yang menjadi dasar aksi mereka, sebab baginya, patut disayangkan aparat masih meneruskan kasus tersebut, sementara telah dilakukan upaya perdamaian adat antara kedua belah pihak  dengan mengacu pada laporan Panggalo. "Ini yang aneh, sebab pelapor tidak memiliki latar belakang masalah dengan Amba.T dan Lisseng," jelasnya.
 
Tag : mamasa
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : FRENDY CHRISTIAN

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, dirinya juga banyak terlibat di berbagai kegiatan pencerahan dan penguatan kapasitas masyarakat dan di dunia kemahasiswaan di Mamasa

ARTIKEL TERKAIT
Kondisi Sekolah SD 014 Tallang Bulawan Mengundang Tanggapan Aggota DPRD Mamasa
Kelompok Tani Tetean Lakukan Penyemprotan Serentak
GMKI dan PMK Polman Juga Galang Dana Untuk Bayi Maryana
Masyarakat Arak–arakan Jemput Wati Mamasa, Bonggalangi
Longsor Jalan Poros Mamasa, Macet 1 KM
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 744,642

web server monitoring service RSS