Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ] [ Maps ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Mesa kada dipatua, pantang kada dipomate"
Berpegang teguh pada satu kata, ingkar janji taruhannya adalah nyawa
PERISTIWA
Peringati Harlah Pancasila, PC GP Ansor Polman Gelar Dialog
SulbarDOTcom - Peringati Harlah Pancasila, PC GP Ansor Polman Gelar Dialog
Suasana Dialog Kebangsaan Malam tadi di Sekretariat PC GP Ansor Polman

 Kamis, 2 Juni 2016 13:02:25  | Dibaca : 566 kali
 
Sulbar.com - Peringati hari lahir (Harla) Pancasila, tanggal 1 Juni kemarin, Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Polewali Mandar (Polman) menggelar dialog kebangsaan bertema Nasionalisme Pemuda di Tengah Arus Globalisasi di Sekretariat PC Ansor Polman Jalan Pemuda Pekkabata Polman malam tadi.

Hadir dalam acara dialog tersebut, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Provinsi Sulawesi Barat, Saifuddin bersama Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Polewali Mandar, Arsad dan sejumlah kolompok pemuda dari berbagai elemen termasuk dari Pengurus Cabang (PC) Gerakan Mahasiswa Kristiani Indonesia (GMKI) Polman.

Ketua PC GP Asnor Polman, Busyrah B dalam sambutan pengantarnya mengatakan, kegiatan dimaksud sebagai upaya untuk meneguhkan nasionalisme seraya membaca ulang kenyataan Pancasila hari ini ditengah maraknya paham-paham baru yang merebak masuk kedalam wilayah NKRI.

"Acara ini menjadi amat penting, utamanya kita yang saat ini tengah mengalami ancaman nasional baik dari barat maupun dari timur. Karenanya kita butuhkan komitmen bersama untuk tetap setia menempatkan Pancasila dalam hati sanubari kita sebagai satu-satunya ideologi yang final bagi bangsa Indonesia," urainya.

Ia mengatakan, ada banyak sikap yang menengarai bahwa Pancasila tidak begitu mampu menyelesaikan banyak problem masyarakat, "maka pertanyaanya kini, Pancasila-kah yang salah ataukan manusianya. Saya kira dialog kita pada malam ini menjadi cara baik kita untuk kembali menyerimpungkan cara berpikir seraya mencoba mengambil sikap sama untuk membangun komitmen kita bersama atas Pancasila," urainya.

Sementara itu, Ketua PC NU Polewali Mandar, Arsad mengaku mengapresiasi baik acara yang digelar oeh salah satu organisasi badan otonomi (Banon) NU yang begitu responsip pula reaktif terhadap berbagai penomena kebangsaan.

"Selaku PC NU Polman, saya sangat mengapreasi acara ini, karena pengurus Ansor-lah yang mampu menggeliat dengan baik, dibanding banon lainnya di NU. Jujur Asor mesti kita berikan apresiasi, karena masa depan NU ada ditangan Ansor. Belum lama ini kami hadir di Kantor Pengurus Besar (PB-Red) NU di Jakarta saat itu kita banyak membincang tentang gagasan dan ide untuk menempatkan tanggal 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila dan saat itu kita langsung usung gagasan dan ide itu agar segera ditindak lanjuti oleh Pemerintah untuk meletakkan 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila," beber Arsad.

"Bahwa masa depan bangsa ini ada ditangan ansor dan bahkan masa depan bangsa ini ada ditangan NU, kenapa? Karena Islam yang ada di NU itu adalah Islam wasathiyah yang bisa hidup di seluruh kalangan dan diseluruh zaman. Karena Islamnya NU adalah Islam Nusantara," urainya pula.

Arsad menambahkan, bahwa belum lama ini dirinya mendapatkan penyampaian dari Ketua PB NU ketua pak Aqil Siradj bahwa akan segara dilonching gerakan cinta PB NU "yang didalamnya PB NU yang dimaksudkan jika dipanjangkan adalah bermakna gerakan cinta Pancasila, Bhinneka tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945".

Sedang, Ketua LDNU Sulbar, Saifuddin dalam materinya mengatakan, Pancasila adalah sesuatu yang niscaya dan tidak begitu tiba-tiba muncul dan diadakan, "Pancasila adalah ketentuan Tuhan. Lima sila Pancasila intinya itu adalah Rahmat. Maka hubungan Pancasila dan Al quran adalah Rahmat, dan Pancasila adalah rahmat bagi Indonesia dan Indonesia adalah Rahmat bagi dunia," urai Saifuddin disambut tepuk riuh para peserta dialog yang dipandu oleh Abdul Muttalib juga salah seorang pengurus PC GP Ansor Polman itu.

Dalam dialog kebangsaan yang juga dihadiri Muslim Sunar tokoh pergerakan NU itu, Saifuddin menambahkan, "yang penting dikoreksi kini adalah kita dan para pemimpin kita hari ini, adakah kita dan para pemimpin sebagai pemilik sah ideologi Pancasila juga adalah membawa Rahmat. Karenanya jika Pancasila kini banyak disoal. Hemat saya, bukan Pancasila-nya yang harus disoal apalagi diganti, karena problemnya bukan pada Pancasila tetapi justru pada kita dan para pemimpin kita". [yat/yat]
 
Tag : polman
 

ARTIKEL TERKAIT
TF Kembali Gelar Pengajian Papperandang Ate
Koje Masuk Bursa Pilbup Polman, Akui Akan Ada Kejutan
Hari Ibu Diwarnai Pemotongan Tumpeng
Siang Tadi, HMJ Permapem Unasman Gelar Mubes
Penambahan Kursi Anggota DPR, Angin Segar Bagi Sulbar
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 723,190

web server monitoring service RSS