Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Ulamung batui sarau Di naunna ende?mu Jappoq-I batu Tanjappoq passengaq-u"
Kubenamkan cintaku, bak membenam batu Di bawah tanggamu Batu hancur Tapi kerinduanku tak akan luntur
FEATURE
Mereka Yang Terpaksa Mengais Rejeki di Teras Rumah Orang Lain
SulbarDOTcom - Mereka Yang Terpaksa Mengais Rejeki di Teras Rumah Orang Lain


 Penulis
: FRENDY CHRISTIAN
 Rabu, 9 November 2016 02:07:56  | Dibaca : 718 kali
 
Sulbar.com - Siang itu panas di tanah dingin itu mulai menimpa tanah, deru knalpot kendaraan bermesin yang tampak lewat lalu lalang. Disisi lain di kota Mamasa sebuah pemandangan yang tak lasim di siang itu.

Sejumlah wanita duduk berderet rapi, menunggu sejumput rejeki yang akan datang dari hasil dagang sayurnya. Ia adalah Sambo ( 48 )dan beberapa teman seprofesi denganya, ia terpaksa menjajakan barang dagangannya di teras rumah orang lain, yang telah ia pinjam, sayur – sayur jualannya di naungi tenda warna biru yang sudah mulai kusam karena terik matahari.

Tampak sejumlah pembeli menghapiri mereka, sayur yang ia jual dihargai seharga Rp.250.000. (Dua Ribu Limaratus Rupiah) per ikatnya.

Sejak pasar Mamasa direlokasi oleh Pemerintah Daerah, sejak itulah ia dan teman - temanya terpaksa memilih berjualan di teras – teras rumah orang lain yang berada di pinggir jalan kota Mamasa.


Ia pun enggan menjual di pasar yang sudah di bangun Pemerintah yang berada di lokasi Barra - Barra. Menurutnya lokasinya cukuplah jauh, jalan kesanapun tak kunjung di perbaiki belum lagi sengat sepi dari pembeli, katanya.

Pekerjaan tersebut, menurut Sambo, telah digeluti selama bertahun - tahun. Sehingga telah terbiasa baginya menjalani kehidupan yang begitu berat. Setiap harinya ia mulai berjualan sayur sejak pagi hari sampai pada sore hari, ia pun harus berjalan sejauh lima kilo meter dari tempat tinggalnya, saat hendak pulang dan pergi berjualan .

Mau bagaimana lagi, panas dan teriknya matahari adalah cermin kerasnya kehidupan yang harus mereka jalani untuk menghidupi keluarganya, dan demi mewujudkan cita – cita anaknya yang masih duduk di bangku sekolah.

Penghasilan yang ia dapatkan cukuplah untuk memenuhi kebutuhan sehari – harinya, Sambo menuturkan “Kita dagang untung – untungan, kadang jualan itu habis kadang juga tidak”.

Bagi mereka yang setiap harinya berjualan sayur di lokasi ini adalah pilihan terakhir, setelah lapangan kerja yang lainnya tidak lagi memberikan harapan bagi keluarganya.

Dalam menjalankan usahanya seringkali mereka dihantui rasa was - was dan takut, ketika misalnya ada penertiban dari Satpol- PP lantaran ia harus membuka tenda serta membereskan dagangannnya, “Kalau ada petugas yang suruh bongkar terpaksa kita harus bongkar, kalau tidak dibongkar takut dagangan di bawa sama petuga"s. Sementara jika tak jualan katanya "saya dan keluarga mau makan apa ? Sedangkan suami saya hanyalah petani yang berpenghasilan rendah dan tak mampu mencukupi kebutuhan keluarga” tuturnya dalam dialek Bahasa Mamasa.

Tak heran, jika mereka amat sangat berharap kepada Pemerintah, kiranya dapat turun tangan meringankan beban mereka. Sehingga kelak mereka tidak akan lagi menjadi pemandangan yang memprihatinkan semua pihak, saat memasuki Kota Mamasa.
 
Tag : mamasa
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : FRENDY CHRISTIAN

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, dirinya juga banyak terlibat di berbagai kegiatan pencerahan dan penguatan kapasitas masyarakat dan di dunia kemahasiswaan di Mamasa
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 547,456

web server monitoring service RSS