Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Tania to muane Muaq jiripai gayang Attonganang di tiaq Di sanga to barani."
Bukan pahlawan Bila harus ada keris terselip di pinggang Karena keadilan dan kebenaranlah Yang dikatakan kesatria
PERISTIWA
Tarian Ekstrim Menari Di Atas Pisau, Tari Burake Mamasa
SulbarDOTcom - Tarian Ekstrim Menari Di Atas Pisau, Tari Burake Mamasa
Tari Burake yang telah turun temurun dari nenek moyang.

 Penulis
: FRENDY CHRISTIAN
 Minggu, 27 November 2016 18:59:23  | Dibaca : 733 kali
 
Sulbar.com - Empat orang lelaki tua dengan pakaian adat sedang memainkan gendang di atas rumah ukir adat Mamasa, di Desa Balla Satanetean, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, lalu Seorang penari   perempuan datang dari samping rumah memaikan alat tari yang disebut kamaru dan mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Mamasa sambil memainkan kamarunya. Tak lama kemudian muncul lagi seorang perempuan yang sedang menari bergerak naik turun, seakan-akan menari mengikuti irama gendang yang dipukul oleh empat orang yang bunyinya kadang berlahan kadang keras.

Saat bunyi gendang perlahan – lahan,  seorang pemain gendang meletakkan pindan yang berisi beras dan telur diatas kepala sang penari, sambil penari terus memainkan tarianya.

Kemudian sebuah parang yang tajam dicabut dari tempatnya, dan diletakkan diatas lantai dalam keadaan berdiri, terlihat sang penari berlahan – lahan menaikinya, tak lama kemudian sang penari perempuan yang berwajah cantik itu sudah berada diatas sebuah parang, dan menginjak – injak mata parang tersebut dengan kaki telanjang, sambil menari dengan iringan bunyian gendang. Terakhir  penari kembali menaiki gendang yang sedang dibunyikan dan menari diatas gendang.

“Tarian ini disebut sebagai TARI BURAKE, ini sejak ratusan tahun lalu sudah turun temurun hingga saat ini, makna dari tarian ini dilatarbelakangi pengucapan syukur dimana pengucapan syukur juga dilatarbelakangi dengan nazar, yang artinya jika seseorang pria atau keluarga kelak nanti bisa mendirikan sebuah rumah ukir, maka ia akan mengadakan syukuran sebesar – besarnya. Jika nazarnya terkabul, diadakanlah pesta syukuran yang didahului yang namanya malambe yang sudah di tampilkan dalam tarian tadi.” ungkap   pimpinan sanggar wisata Desa Balla Satanetean, Daeng Mangadi saat di konfirmasi usai pertujukan tarian burake tersebut di laksanakan.  Sabtu (26/11/2016).

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa  makna dari malambe adalah, membuang segalah keburukan dan kepahitan didalam rumah tangga atau keluarga, sehingga semua yang tidak baik dibuang  dahulu,  baru masuk dalam acara syukuran.  sehingga pelaksanaan sykuran terlaksana dengan baik.

“ kita buang segala sesuatunya yang tidak baik, baru kita masuk dalam syukuran tanpa ada beban –beban masalah, sehingga pelaksanaan sykuran nantinya murni dan suci serta semuanya berjalan dengan baik.” Jelasnya.

Dikonfirmasi terkait alat yang digunakan dalam tarian tersebut yang begitu ekstrim yakni sebuah parang tajam yang di injak – injak seorang penari, ia mengatakan bahwa makna dari menginjak –injak parang dalam tarian tersebut adalah membuat segala hal – hal yang tidak baik yang  bisa melukai atau menggangu dalam keluarga nantinya, tidak bisa masuk untuk menganggu, itulah makna dari sang penari menginjak – injak mata parang, Katanya.
 
Tag : mamasa
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : FRENDY CHRISTIAN

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, dirinya juga banyak terlibat di berbagai kegiatan pencerahan dan penguatan kapasitas masyarakat dan di dunia kemahasiswaan di Mamasa
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 565,861

web server monitoring service RSS