Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Ayappui tonga-tongan Rokonna asallangan Iyamo tu-uq Pewongan di ahera."
Pahami yang sebenar-benarnya Semuanya rukun Islam Sebab itulah Bekal akhirat kelak
PERISTIWA
Lahan Dikerja Asal-Asalan, Petani Diduga Intimidasi
SulbarDOTcom - Lahan Dikerja Asal-Asalan, Petani Diduga Intimidasi


 Penulis
: FRENDY CHRISTIAN
 Senin, 12 Desember 2016 03:00:53  | Dibaca : 320 kali
 
Sulbar.com - Oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI), Rasyid yang bertugas sebagai pendamping program percetakan sawah di Desa Mesakada, Kecamatan Tandukkalua, Kabupaten Mamasa diduga melakukan intimidasi (pengancaman) terhadap seorang petani, Sabtu (10/12/2016).

Berdasarkan informasi yang diperoleh seorang petani Desa Mesakada, Semel yang merupakan korban atas kejadian tersebut menjelaskan. Ia sangat menyesalkan tindakan oknum TNI tersebut yang tidak bersahabat dengan warga. "Masalah ini terjadi karena saluran air atau parit sawah tidak dikerjakan oleh kontraktor sehingga kami harus membanyar Rp 500.000. Ketika uang telah diterima dan ditunggu namun belum juga dikerjakan, akhirnya saya menghampiri operator alat berat untuk bertanya namun oknum TNI itu marah dan mengancam ingin memukul,"ujarnya.

Ia menegaskan, saat kejadian berlangsung banyak warga ada di lokasi itu dan ikut menyaksikan sikap TNI tersebut. Ia juga sangat menyesalkan hasil pekerjaan sawah pihak kontraktor karena terkesan dikerja asal-asalan, masih butuh banyak tenaga untuk kembali meratakan tanah hasil galian akibat alat berat tidak bekerja maksimal. Hal itu juga diungkapkan warga Desa Mesakada, Ham katanya.

Dirinya juga sangat kecewa dengan sikap kontraktor yang berjanji melakukan pencetakan sawah di lahannya. Menurutnya, telah beberapa kali ia melakukan konsultasi atas hal itu namun hanya direspon acuh tak acuh hingga target volume pekerjaan sampai, lahannya belum juga dikerjakan sedangkan telah banyak warga mendapatkan pencetakan hingga dua kali. Sedangkan Perwira Penghubung TNI, Mustaan saat dihubungi via telepon mengungkapkan. Ia telah pindah tugas namun ia berjanji akan mengkoordinasikan masalah itu agar pihak pekerja pencetakan sawah di Desa Mesakada benar-benar bertanggungjawab atas masalah parit tersebut.

Mustaan menjelaskan, soal kualitas pencetakan sawah bukan kewenangannya melainkan kewenangan Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, saat tim pemeriksa turun merekalah yang menentukan layak tidaknya suatu pekerjaan dibayarkan. Mencoba mengkonfirmasi oknum TNI tersebut dengan berkunjung ke KORAMIL Sumarorong agar memfasilitasi pertemuan namun menurut anggota TNI yang sedang bertugas mengatakan, dia bukan dari Kodim melainkan langsung dari Zipur TNI dan Danramil juga sedang tugas luar sehingga sulit dikoordinasikan.
 
Tag : mamasa
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : FRENDY CHRISTIAN

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, dirinya juga banyak terlibat di berbagai kegiatan pencerahan dan penguatan kapasitas masyarakat dan di dunia kemahasiswaan di Mamasa
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 565,807

web server monitoring service RSS