Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Menangi kaccang tunggara Menangi na sumobal Tanda mokau Tuali di lolangan."
Semakin kencang angin tenggara Semakin layar terkembang Suatu pertanda pantang mundur Balik surut dari samudera luas
FEATURE
Ziarah Makam Sunan Ampel, Sebelum ke Unsiq Wonosobo [Dua]
SulbarDOTcom - Ziarah Makam Sunan Ampel, Sebelum ke Unsiq Wonosobo [Dua]
ZIARAH rombongan pengurus dewan kemakmuran, imam besar dua dan dewan pembina Masjid Nurut Taubah KH.

 Selasa, 18 April 2017 10:53:02  | Dibaca : 279 kali
 
Sulbar.com - Pagi itu sekitar pukul 07.15 Wib, pesawat komersial milik maskapai negara itu mendarat pelan di Bandara Juanda Surabaya. Para penumpang kemudian pelan turun dari atas pesawat menuju ruang kedatangan. Sejurus kemudian Hj. Nurlina Muhsin Dewan Pembina Masjid Nurut Taubah KH. Muhammad Thahir Imam Lapeo, Ustad H. Dalilul Falihin Imam Besar  Dua, Zainal Abidin dan Tajuddin, keduanya pengurus Dewan Kemakmuran Masjid bersama penulis segera bergerak ke luar ruang tunggu kedatangan.

Di luar bandara, Senin siang 3 April lalu itu, Taufik Monyong pelukis dan perupa Jawa Timur tengah menunggu kedatangan rombongan Masjid Nurut Taubah KH. Muhammad Thahir Imam Lapeo. Sejurus kemudian rombongan telah tampak asyik berbincang sejenak dan langsung diarahkan untuk naik ke atas mobil mini van yang di bagasi belakangnya sesak dengan tumpukan majalah dan buku-buku seni budaya.

Di atas mobil yang dikemudikan Cak Taufik, sapan karib Taufik Monyong itu, lalu bertanya kepada rombongan, "bagaimana, kita sarapan dulu sebentar ya? Kalau iya, kita bisa mampir di kantin bandara cargo, juga masih di lokasi bandara ini. Sembari ada beberapa hal yang mau saya selesaikan dulu. Nah, sambil bapak ibu makan, saya tinggal dulu sebentar," tutur Cak Taufik yang juga adalah pemandu acara gak cuman cangkrukan di JTV itu kepada rombongan.

Saat itu, barulah kami tahu bahwa ditengah kesibukannya mengurus kedatangan kami, Cak Taufik juga ternyata tengah sibuk mengurus sanaknya yang meninggal dunia di Malaysia dan akan segera diberangkatkan melalui bandara cargo menuju Lumajang Jawat Timur pada siang itu juga. Namun karena kedatangan rombongan dari Lapeo, Cak Taufik akhirnya hanya bisa membantu pengurusan jenazah sanaknya itu, dan terpaksa harus membatalkan keinginannya untuk mengantar langsung jenazah sanaknya itu hingga ke peristirahatan terakhirnya di Lumajang.

"Inilah yang disebut saudara, dalam situasi berduka saja masih sempat mengurusi kedatangan kita, baik betul Cak Taufik ini," tutur takzim Zainal Abidin seusai kami sarapan dan tengah menunggu Cak Taufik menyelesaikan urusan pemberangkatan jenazah sanaknya di bandara cargo itu.

Singkat cerita, setelah Cak Taufik datang dan kembali mengantarkan kami ke salah satu hotel di Jalan Bangka. Tidak begitu jauh dari Stasiun Gubeng Surabaya. Sore harinya seusai istirahat yang cukup, rombongan kemudian memesan mobil online untuk berwisata religi ke Komplek Masjid dan Makam Sunan Ampel.

Selain ikut shalat isya berjamaah dan mengikuti pengajian yang tengah berlangsung di Kompleks Masjid dan Makam Sunan Ampel, malam itu rombongan juga mencoba melihat dari dekat manajemen penata kelolaan makam dan masjid bersejarah itu. Hingga tak terasa malam kian merambat, dan keasyikan berziarah kamipun kemudian disadarkan oleh deringan telepon seluler dari Cak Taufik yang juga adalah Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur ini mengatakan, dirinya juga sudah berada di komplek Makam dan Masjid Sunan Ampel hendak menjemput kami.

Jelang tengah malam rombongan kemudian bergerak dari komplek Masjid dan Makam Sunan Ampel menelusuri kota pahlawan itu, seraya mencari lokasi baik untuk makan malam. Cak Taufik dengan gaya nyentriknya itu tak henti-hentinya menjelaskan tentang Kota Surabaya. Mulai dari taman Bungkul dan makam Mbah Bungkul, hingga berbagai area destinasi wisata religi lainnya di Surabaya. Tidak terkecuali ihwal dinamika seni budaya tanah pahlawan itupun menjadi perbincangan hangat kami dalam perjalanan dibawah gerimis basah Kota Surabaya malam itu.

Hal yang menarik di komplek Masjid dan Makam Sunan Ampel itu adalah pola penataannya yang sungguh-sungguh telah mengintegrasikan antara nilai-nilai religiusitas masyarakat dengan dinamika sosial budaya. Termasuk begitu bergairah hidup dan bertumbuhnya denyut nadi ekonomi masyarakat sekitar masjid dan makam.

Sehingga tak heran, jika para peziarah yang datang, tidak saja bisa memenuhi kehausan spritualnya, tetapi juga dapat dengan mudahnya memilah beragam belanjaan pernah pernik islami hingga pakaian bahkan makanan yang tampak tertawarkan di sepanjang perjalanan di dalam kompleks yang luasnya sekitar 120 x 180 meter persegi itu. Tentu saja dengan tawaran harga yang sangat variatif, bergantung pada selera para peziarah.

Tidak saja itu, tawaran pemandangan arsitektural bangunan yang ada di dalam komplek Masjid Kuno di Kecamatan Semampir Kota Surabaya dan dibangun sejak tahun 1421 oleh Raden Mohammad Ali Rahmatullah alias Sunan Ampel itupun, sungguh masihlah sangat terjaga. Itu tampak dengan masih kental dan amat terasanya perbauran yang nyata antara arsitektur Jawa Kuno, Tiongkok dan Arab.

"Masjid makam di komplek ini sungguh telah menggenapkan posisinya sebagai pusat ibadah baik itu sholat, dzikir, dan berdoa juga sekaligus sebagai pusat pengembangan ibadah sosial kemasyarakatan. Ini yang mesti kita pelajari dan pelan kita implementasikan secara nyata di Mandar. Terlebih, di tempat inilah dulu para ulama dan wali Tanah Jawa berkumpul, mengaji dan mengkaji strategi syiar dan dakwah islam," tutur Dalilul Falihin kepada penulis saat kami kembali bertolak menuju hotel tempat kami menginap malam itu. (*) Bersambung... [YAT/YAT]
 
 

ARTIKEL TERKAIT
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 585,418

web server monitoring service RSS