Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Dotai sisaraq Salakka annaq uluttaq Dadi tia sisaraq Loa tongatta."
Lebih baik berpisah Badan dengan kepala Dari pada berpisah Ungkapan yang telah diucapkan
FEATURE
Hj Nurlina Muhsin, Ini Berkah Al Quran [Tiga]
SulbarDOTcom - Hj Nurlina Muhsin, Ini Berkah Al Quran [Tiga]
PENULISAN dewan pembina Masjid Nurut Taubah KH. Muhammad Thahir Imam Lapeo, Hj. Nurlina Muhsin didam

 Rabu, 19 April 2017 10:59:56  | Dibaca : 234 kali
 
Sulbar.com - Malam begitu dingin. Ditingkahi rinai yang jatuh dari atas langit Kota Wonosobo Jawa Tengah. Saat itu baru saja usai shalat isya, rombongan dari Lapeo tiba di Kampus Universitas Sains Al Qur’an (Unsiq) di Jalan Raya Kalibeber Km. 3 Wonosobo Jawa Tengah. Namun persembahan penyambutan dengan lantunan shalawat badar yang mengalun indah kelompok hadrah shalawat santriwati Pondok Pesantren Al Asy’ariyyah Kalibeber Wonosobo malam itu sungguh mampu melerai dingin yang menyelimuti kulit.

Berada di dalam komplek Unsiq yang didirikan atas prakarsa Al Maghfurlah KH. Muntaha Al Hafidz, Pengasuh Pondok Pesantren Al Asy’ariyyah Kalibeber Wonosobo itu sungguh menawarkan suasana lain. Sarungan dan kopiah hitam khas masyarakat islam nusantara ditengah bangunan megah dan masjid yang tertata moderen itupun, tak pelak menjadi pemandangan indah dan mengasyikkan.

Kedatangan rombongan yang dipimpin langsung oleh Hj. Nurlina Muhsin dewan pembina Masjid Nurut Taubah KH. Muhammad Thahir Imam Lapeo didampingi Ustad H. Dalilul Falihin Imam Besar Dua dan Zainul Abidin serta Tajuddin keduanya pengurus masjid bersama penulis yang telah menempuh perjalanan cukup panjang dan melelahkan. Mulai dari Lapeo, Makassar, Surabaya, Jogjakarta hingga Wonosobo pada malam itu seketika terbayar tunai.

Rasa capek sontak hilang. Terlebih malam itu, Rabu 5 April 2017 sekitar pukul 20.45 Wib adalah puncak dan tujuan utama perjalanan rombongan. Itu dikuatkan oleh lontaran sambutan Ummi, sapaan karib Hj. Nurlina Muhsin yang mengatakan, jarak dan waktu yang panjang telah terjalani sebagai berkah dari al quran.

"Alhamdulillah kami ada disini malam ini, setelah melakukan perjalanan yang jauh, mulai dari naik mobil, naik pesawat, naik kereta hingga naik becak motorpun telah kami lewati untuk sampai di Masjid kampus Unsiq Wonosobo malam ini," tutur Ummi yang disambut tawa para undangan yang hadir dan terdiri dari mahasiswa, civitas akademika Unsiq dan sejumlah pejabat Pemkab Wonosobo.

Ummi berujar, rasa letih yang mendera selama perjalanan seketika terasa hilang. "Terus terang, rasa lelah terasa hilang berkat berkah dari al quran. Inilah bentuk kecintaan kita terhadap al quran, sehingga kami dan rombongan datang kesini untuk memulai penulisan pertama al quran akbar pada malam ini," bebernya.

Ummi melanjutkan, al quran akbar itu akan diletakkan di Masjid Nurut Taubah KH. Muhammad Thahir Imam Lapeo sebagai bahagian dari upaya untuk mensyiarkan islam.
"Bagi kami, yang penting bukan hanya kemegahan tempat ibadah, tetapi melalui al quran akbar itu nantinya, terbangun kesadaran untuk membesarkan al quran dengan selalu membaca serta mentadaburinya. Karenanya, al quran akbar yang awal penulisannya dimulai malam ini, sangatlah di tunggu-tunggu masyarakat kami. Semoga penulisan al quran akbar  ini bisa selesai lebih awal dari waktu yang telah direncanakan," urainya.

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Pendidikan Ilmu-Ilmu Al Quran (YPIIQ) Simbah KH. Chabibulloh Idris mengatakan, Wonosobo dengan Mandar secara geografis jauh. "Walau Wonosobo dengan Mandar jauh, tetapi sebenarnya, kita amat sangat dekat. Itu karena kita sama mencintai al quran. Mbah Muntaha al-Hafidz, Alm pendiri Unsiq ini telah mewasiatkan kepada santrinya, al quran harus selalu diamalkan agar dalam kehidupan kita selalu peroleh berkah," beber Simbah KH. Chabibulloh Idris.

Ia juga mengisahkan, saat awal pertama kalinya al quran akbar ditulis Kalibeber Wonosobo itu langsung diserahkan kepada Soeharto yang saat itu adalah Presiden RI. "Mbah Mun, saat itu tidak meminta apapun kepada pemerintah, selain satu permintaan agar pemerintah harus selalu memperhatikan al quran," tuturnya.

Dalam catatan penulis, hingga kini al quran akbar tulisan tangan Unsiq telah tersebar disejumlah tempat dan lokasi seperti, di Binaraga Jakarta ukuran 2 x 1. 5 M, di Bait Al Quran TMII Jakarta ukuran 2 x 1. 5 Meter, di Islamic Center Jakarta ukuran 1.5 x 1 M, di Masjid Agung Jawa Tengah Semarang ukuran 1.5 x 1 M, di Brunai Daarussalam ukuran 1.5 x 1 M, di Masjid Raya Makasar ukuran 1.5 x 1 M.

Selain itu, al quran akbar yang sama juga kini ada di Depok Jakarta ukuran 1 x 75 M, di Islamic Center Jawa Timur ukuran 2 x 1. 5 M, dan al quran yang kesembilan tengah proses penulisan hingga 15 Juz  ukuran 1.5 x 1 Meter dan yang terakhir al quran akbar dengan ukuran 2 x 1. 5 M yang malam itu dimulai penulisannya yang ditandai dengan penulisan huruf "BA" oleh Hj. Nurlina Muhsin pembina Masjid Nurut Taubah KH. Muhammad Thahir Imam Lapeo.

Yang menarik, syarat tim yang terlibat dalam penulisan al quran akbar di Unsiq Wonosobo dan terdiri dari Ustd. H. Hayatuddin dan Ustd. Anas Maruf serta pentashih penulisan al quran Ustd. Sobirin al Hafidz itu saat melakukan penulisannya haruslah tetap dalam keadaan suci.

"Ya sebenarnya tidak saja suci, bahkan kami saat menulisnyapun mesti dalam keadaan puasa, sehingga kami selama dalam proses penulisan itu harus berpuasa dan jika penulisannya satu setengah tahun, maka kamipun puasa selama satu setengah tahun itu," urai Ustad Anas Makruf penulis ornamen al quran akbar kepada penulis yang berbincang dengannya disela acara penulisan pertama al quran akbar untuk Masjid Nurut Taubah KH. Muhammad Thahir Imam Lapeo itu.

Lanjut Anas Makruf, untuk menulis al quran itu, tidak saja harus bersih dan puasa selama penulisan berlangsung, tim yang terlibat dalam penulisannyapun juga harus berhati tenang dan itulah yang didapatkannya selama melakoni penulisan al quran itu.

"Dari kegiatan penulisan ini saya sungguh telah belajar banyak bagaimana mendapatkan ketenangan dan ketenteraman batin, karena menuliskan ayat-ayat Tuhan. Dan alhamdulillah sejak bergabung dalam tim penulis al quran akbar ini, kami tidak pernah berhenti, karena memang kami tidak hanya menulis ketika ada orderan, tetapi memang inilah hidup kami, tanpa orderanpun kami tetap menuliskan ayat ayat Tuhan," ujarnya santun.

Ditanya tinta dan kertas yang digunakan serta kemungkinan kesalahan penulisan, Anas Makruf mengatakan, tim penulis menggunakan tinta dan kertas khusus yang dipesan. "Iya kami menggunakan kertas khusus dan tinta khusus pula sejenis rotring. Sedangkan untuk meminamalisir kesalahan penulisan kami membuat dulu sketnya lalu kemudian ditashih dan setelah ditashih kami pun kemudian menuliskannya. Tidak sampai disitu, setelah ditulispun kembali ditashih lagi untuk memastikan kebenaran penulisannya," tandasnya. (*) Selesai. [YAT/YAT]
 
 

ARTIKEL TERKAIT
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 565,799

web server monitoring service RSS