Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Usurung mallete lembong Matindo manu-manu Maq ayumai Dalle pole dipuang."
Walau harus menyeberangi lautan Tidur laksana burung Demi berikhtiar/berusaha Rezeki dari Yang Maha Kuasa
PERISTIWA
Kasus Pengeroyokan Aparat Terhadap Warga Diselesaikan Secara Adat
SulbarDOTcom - Kasus Pengeroyokan Aparat Terhadap Warga Diselesaikan Secara Adat
Musyawar Adat di Mamasa

 Penulis
: FRENDY CHRISTIAN
 Kamis, 22 Juni 2017 11:31:03  | Dibaca : 108 kali
 
Sulbar.com - Kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap Alvian alias Pasah (38), warga Dusun Buntukasisi Desa Osango Mamasa akhirnya diselesaikan melalui hukum adat Mamasa, menyusul musyawarah adat yang digelar, Rabu (21/6) di Mamasa.

Proses penyelesaian melalui musyaarah adat itu dilaksanakan di salah satu rumah adat yang ada di Buntukasisi Desa Osango Mamasa dengan dihadiri sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah Desa Osango, Danramil 1402-005 Mamasa, pihak keluarga korban serta perwakilan oknum polisi yang diwakili, Yulianus (Kasat Intel), Bripka Arruan (Kanit Bimas Polres Mamasa, dan  Ipda Andarias (Wakapolsek Mamasa).

Dari  hasil musyawarah adat itu, kedua belah pihak bersama sejumlah tokoh adat serta tokoh masyarakat yang hadir memutuskan untuk menggelar tradisi matindok rara sebagai bentuk pemulihan terhadap tanah Mamasa setekah ada tetesan darah atas kasus pemukulan itu.
Tradisi ini dilakukan sesuai dengan hukum adat yang berlaku di Mamasa.

Dalam tradisi ini pihak pelaku menyediakan seekor babi untuk ma tindok rara, dan satu ekor kerbau sebagai jaminan untuk biaya pemulihan Pasah yang saat ini masih menjalani proses perawatan di RSUD Polewali Mandar.

Menurut ketua lembaga adat, Benyamin Matasak, kasus itu telah diselesaikan secara adat. Yaknipelaku telah mabulle bai,  marenden tedong sebagai denda atas perbuatanya.

"Jadi kita sudah damai. Tidak boleh lagi ada dendam, karena dalam budaya Mamasa darah tidak boleh dibalas dengan darah. Karena Mamasa ini menganut adat tuo," urai Matasak.

Sebelumya, sebagaimana diberitakan SukbarDOTcom kasus ini berawal dari pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah aparat kepolisian terhadap Pasah di salah satu tempat hiburan malam di Mamasa. Akibatnya Pasah terpaksa dilarikan ke Puskesma Mamasa dan lalu di tanganis lanjut di RSUD Polewali Mandar untuk mendapatkan perawatan yang intensif setelah luka yang dialaminya terbilang serius.
 
Tag : mamasa
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : FRENDY CHRISTIAN

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, dirinya juga banyak terlibat di berbagai kegiatan pencerahan dan penguatan kapasitas masyarakat dan di dunia kemahasiswaan di Mamasa
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004 ...

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 604,486

web server monitoring service RSS