Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ] [ Maps ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Passambayang mo-oq dai Pallima wattu mo-oq Iyamo tu-uq Pewongan diahera."
Hendaklah anda tegakkan shalat Lima waktu selalu sempurna Sebab itulah bekal abadi Menuju hari kemudian
FEATURE
Adu Kerbau Dalam Acara Mangngallun, Tradisi Unik Mamasa
SulbarDOTcom - Adu Kerbau Dalam Acara Mangngallun, Tradisi Unik Mamasa


 Penulis
: FRENDY CHRISTIAN
 Senin, 3 Juli 2017 08:46:32  | Dibaca : 524 kali
 
Sulbar.com - Selain Kota Mamasa memiliki kekayaan obyek alam yang indah dan menarik, ditambah hawa dingin yang menenangkan. Ternyata juga memiliki tradisi turun-temurun berupa acara Mangngallun atau upacara pemakaman orang meninggal.

Tersebutlah. Sabtu pagi, 1 Juni 2017 lalu, kabut di tanah dingin itu mulai beranjak naik, suasana di jalan-jalan agak sepi lantaran masih suasana hari libur. Bahkan aktivitas pagi itu nyaris tak ada.

Nanti setelah jam dipergelangan tangan menunjuk angka pukul 09.00 Wita kendaran roda dua dan roda empatpun pelan mulai ramai dan memadat. Itu tampak di jalan menuju Kelurahan Tawalian.

Sebuah kelurahan Kecamatan Tawalian yang menjadi tujuan banyak orang saat itu. Disanalah  upacara Mangngallun untuk Alm. Yuliana Totuan. Tepatnya di cekdam Tawalian.

Upacara hari pertama Alm. Yuliana Totuan siang itu begitu unik dan menarik, lantaran sejumlah kerbau jantan diadu dalam sebuah arena Mapasotanduk Tedong atau arena adu kerbau.

Mapasitanduk Tedong adalah sebuah tradisi lama bagi masyarakat Mamasa yang selalu ikut mewarnai setiap ada perhelatan upacara Mangngallun.

Upacara Manggallun adalah prosesi yang digelar oleh masyarakat Mamasa yang memakan waktu cukup lama. Hal itu dikarenakan setelah jenazah meninggal dunia, maka terlebih dahulu jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di atas rumah duka selama beberapa bulan bahkan bertahun-tahun, sebelum akhirnya di upacarakan.

Dalam acara tersebut sejumlah kerbau diadu dalam sebuah arena pertarungan. Puluhan kerbau petarung sengaja diturunkan sang pemiliknya untuk saling  adu kekuatan tentu saja dengan ditonton oleh ribuan masyarakat yang hadir.

Tak pelak, suara riuh dan terikan dari ribuan orang penonton pertarungan itupun segera terdengar saat kerbau -kerbau petarung itu mulai memasuki arena, hingga pada usainya  kerbau bertarung.

"Kegiatan ini adalah Papasitanduk Tedong atau adu kerbau yang selalu dilakukan dalam upacara semacam Rambu Solo atau Mangallun sebagai upacara kematian. Dan hal ini sudah  menjadi tradisi dalam budaya kami di Mamasa," ujar Edy Muliono, salah satu tokoh masyarakat di Tawalian
 
Tag : mamasa
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : FRENDY CHRISTIAN

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, dirinya juga banyak terlibat di berbagai kegiatan pencerahan dan penguatan kapasitas masyarakat dan di dunia kemahasiswaan di Mamasa
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 801,647

web server monitoring service RSS