Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ] [ Maps ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Menangi kaccang tunggara Menangi na sumobal Tanda mokau Tuali di lolangan."
Semakin kencang angin tenggara Semakin layar terkembang Suatu pertanda pantang mundur Balik surut dari samudera luas
PERISTIWA
Di Rappang Barat Hama Tikus Serang Sawah Petani
SulbarDOTcom - Di Rappang Barat Hama Tikus Serang Sawah Petani

 Penulis
: NASRUL MASSE
 Kamis, 6 Juli 2017 22:45:35  | Dibaca : 571 kali
 
Sulbar.com - Petani Desa Rappang Barat Mapilli Polewali Mandar akhirnya hanya bisa menghisap jempol, menyusul gagal panen yang menimpa puluhan hektare tanaman padi milik mereka setelah diserang hama tikus beberapa minggu terakhir.

"Sejak padi berumur dua bulan, hama tikus mulai menyerang tanaman padi," ungkap Muhammad (46) salah seorang petani yang tinggal di Dusun Rappang Desa Rappang Barat, Rabu (6/7).

Muhammad mengatakan, serangan hama tikus tersebut telah menyerang puluhan hektare sawahnya bersama para petani lainnya di Rappang Barat. Akibatnya tanaman padi menjadi rusak dan tidak bisa menghasilkan padi berkualitas. Namun menurut Muhammad, ada juga petani yang masih merawat tanaman padi yang terserang hama tikus itu.

"Karena tanaman padi rusak akibat serangan hama tikus, petani merasa kecewa dan membiarkan tanaman padi mereka tanpa dirawat. Sisa dari tanaman padi yang rusak akibat serangan tikus tersebut, masih tetap dipelihara. Dengan harapan tunas baru yang tumbuh dapat menghasilkan buah, walaupun tidak sepenuhnya. Karena tanaman padi merupakan salah satu sumber utama penghasilan petani disini," keluh Muhammad.

Sementara itu, petani lainnya, Syamsul (22) yang tinggal di Dusun Sila-sila mengatakan, sebenarnya para petani sudah pesimis dengan kegagalan panen mereka. Padahal mereka sebenarnya sudah melakukan beberapa usaha untuk menghilangkan hama tikus yang menyerang sawah mereka.

"Kami sudah melakukan usaha, salah satunya pemakaian racun. Akan tetapi sepertinya kurang efektif, sebab sawah tanaman padi kami masih saja terlihat mengalami penyusutan buah," ungkapnya.
 
Ia juga mengemukakan, akibat serangan hama tikus tersebut, petani mengalami kerugian jutaan rupiah dari setiap hektarenya. Padahal biaya yang digunakan cukup banyak, dari awal penanaman hingga perawatan tanaman.

"Satu petak sawah biasanya dapat panen bentuk gabah hingga 16 karung, tetapi sekarang hanya dua karung saja. Kami mengalami kerugian yang cukup banyak," ucapnya.
 
Tag : polman
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : NASRUL MASSE

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, dirinya juga banyak terlibat dalam beragam program penguatan kapasitas masyarakat

Artikel Terkait
Permandian Alam Kolam Tangga Seribu
Tahun Ini, DKP Polman Luncurkan 4.000 Kartu Asuransi Nelayan
Diduga Karena Cekcok dengan Pacar, Pelajar Tewas Gantung Diri
Desember, Tapango yang Kembali Menggeliat
Setelah Kibarkan Bendera, Gantian Padamkan Kobaran Api
 
Komentar
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2019 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 1,171,923

web server monitoring service RSS