Mengawal gagasan, peristiwa dan informasi Sulawesi Barat [ Beranda ] [ Tentang : Redaksi | Sulbar ] [ Hubungi Kami ] [ Menulislah disini ! ] [ Pedoman Pemberitaan ]

SulbarDOTcom
Kalindaqdaq (Pantun Mandar) :

"Naiya Mara'dia, tammatindoi di bongi, tarrare di allo, namandandang mata dimamatanna daung ayu, dimalimbongna rura, dimadzinginna lita', diayarianna banne tau diatepuanna agama"
Sesungguhnya seorang raja, tidak akan terlena dalam lelap tidur di keheningan malam, tidak akan berdiam diri atau berpangku tangan di waktu siang hari, namun harus berpikir dan berupaya sera berikhtiar untuk meningkatkan hasil perikanan di tambak, terciptanya ketentraman dan kedamaian demi kelangsungan hidup manusia serta sempurnanya agama
FEATURE
Kisah Evakuasi Lima Pendaki Bandung di Gandang Dewata
SulbarDOTcom - Kisah Evakuasi Lima Pendaki Bandung di Gandang Dewata


 Penulis
: FRENDY CHRISTIAN
 Selasa, 18 Juli 2017 16:38:54  | Dibaca : 442 kali
 
Sulbar.com - Lima pendaki yang tergabung dalam Perhimpunan Pecinta Alam (PPA) Sadagori SMAN 5 Bandung Jawa Barat akhirnya dievakuasi setelah kelimanya tidak lagi mampu melakukan perjalan pulang dari atas puncak Gunung Gandang Dewata ditengah cuaca buruk yang membuat tubuh kelimanya lemas akibat dingin yang mendera.

Kelima pendaki itu adalah, Ramzy (17) siswa kelas tiga sekaligus ketua rombongan, Rayhan (16) siswa kelas dua, Argya (16) siswi kelas tiga, Bunga (16) siswi kelas tiga, serta Naufal (19) mahasiswa semester tiga Universitas Padjajaran Bandung.

Ketua Komunitas Pencinta Alam (KPA) Quarles Mamasa, Yopi Tandibamba kepada SulbarDOTcom mengatakan, pihaknya melakukan pengevakuasian atas korban yang telah memulai pendakian sejak 6 juli 2017 lalu melalui Dusun Paku atau jalur Mamuju.

"Mereka melakukan pedakian lewat jalur Mamuju kemudian melewati Dusun Paku, yang seterusnya melintas di jalur Dusun Rante Pongko, Desa Tondok Bakaru Mamasa," urai Yopi.

Sembilan Hari Berakhir Dievakuasi

Yopi mengatakan, setelah kelimanya melakukan pendakian selama sembilan hari, tubuh mereka lemas akibat kedinginan atas hujan yang terus turun. Tubuh mereka melemas itu, menurut Yopi, terjadi saat kelimanya telah bergerak turun dari atas puncak Gandang Dewata melalui jalur Dusun Rantepongko.

Informasi tentang kondisi mereka itu Yopi dapatkan setelah dirinya ditelepon oleh KPA Gempar di Mamuju pada Kamis 13 Juli 2017 sekitar 19.00 Wita.

"Dan begitu kami peroleh informasi tentang adanya teman pendaki yang belum kembali. Kami segera melakukan pertemuan di KPA Quarles untuk segera mencari informasi lebih detaik terkait kelima pendaki yang dikabarkan belum kembali itu," beber Yopi.

Keesokan harinya, cerita Yopi, sekitar pukul 12.00 Wita Ia bersama dua orang temannya segera menuju ke pos satu melalui jalur Rantepongko untuk melakukan pencarian.

"Saat kami bersama dua orang anggota KPA Quarles berada di Pos satu itu kami mencoba menelepon ke salah satu nomor telepon seluler salah satu pendaki itu. Dari situ kami dapat kabar kalau mereka sudah bergerak turun dari atas puncak dan telah berada di pos dua jalur di Dusun Rantepongko," kisah Yopi.

Yopi mengisahkan lagi, saat kelimanya ditemukan, tampak kondisinya sudah dalam keadaan darurat, "kelima pendaki asal Bandung itu semua telah dalam kondisi lemas dan tak lagi mampu melanjutkan perjalan. Sehingga tim memutuskan melakukan upaya evakuasi dengan segera menuju ke pos dua. Saat itu waktu telah menunjuk angka 15.30 Wita."

Sekitar pukul 18.15 Wita Tim stau KPA Quarles akhirnya menemukan kelima pedaki asal bandung itu berada sekira 200 meter dari pos dua.

"Kami Tim pertama yang berjumlah tiga orang itu segera melakukan evakuasi terhadap korban. Namun karena cuaca yang yang tak lagi mendukung serta waktu sudah agak malam, kami kembali berkumpul dan berbicara dengan dengan korban. Kesimpulannya, kami memutuskan untuk melakukan camp sekitar 20 meter dari tempat evakuasi pertama. Saat itu kamipun langsung memberi makan terhadap para korban," cerita Yopi.

Dua Pendaki Akhirnya Ikut Melemah

Seirama dengan Yopi, Tia salah satu rekan Yopi yang juga terlibat dalam upaya evakuasi itu mengatakan, timnya mendapati korban telah berada dalam kondisi lemas dan kedinginan.  Sehingga kelimanya tak mampu lagi melakukan perjalan.

Dijelaskannya, dari lima korban, satu orang diantaranya yakni Bunga telah berada dalam kondisi yang parah. Karena selain mengalami kedinginan, bagian telapak kakinya juga terluka.

Lanjut Tia mengisahkan, timnya melakukan camp satu malam bersama kelima pendaki dari bandung itu. "Iya kami camp disana satu malam dan keesokan harinya sabtu 15 Juli sekitar pukul 08.30 pagi, kami melanjutkan evakuasi menuju pos satu. Sambil meminta bantuan penjemputan dan distribusi logistik kepada anggota tim dua KPA Quarles yang memang sebelumnya juga sudah standbay di Dusun Rantepongko."

Nanti sekitar pukul 18.00 kedua tim itu kemudian bertemu, "kami bertemu tim dua saat kami hampir sampai di pos satu. Namun selain kondisi Bunga yang telah kian melemah, kondisi dua orang korban lainya yakni Argya dan Ramzy juga semakin melemah sehingga terpaksa merekapun ditandu."

Evakuasi terus dilanjutkan hingga pada pukul 21.35 Wita, tim satu dan tim dua KPA Quarles Mamasa berhasil membawa korban tiba Dusun Rantepongko yang kemudian dijemput oleh sejumlah warga beserta Kepala Desa Tondok Bakaru.

Setibanya di Rantepongko kelima pendaki asal Bandung itu langsung mendapat perawatan dari sejumlah tim medis. Pada pukul  22.00 Wita korban kemudian diteruskan ke Rumah Sakit Banua Mamase untuk mendapatkan perawatan intensif.

Dua hari satu malam kelima pendaki tersebut mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Banua Mamase akhirnya pelan kian membaik. Sehingga Senin,18 juli 2017 kelima pendaki asal Bandung tersebut memutuskan untuk kembali ke Makassar yang seterusnya akan menuju ke kota asalnya di Bandung.
 
Tag : mamasa
 
Tentang Penulis
Penulis Nama : FRENDY CHRISTIAN

Selain aktif sebagai awak redaksi SulbarDOTcom, dirinya juga banyak terlibat di berbagai kegiatan pencerahan dan penguatan kapasitas masyarakat dan di dunia kemahasiswaan di Mamasa

ARTIKEL TERKAIT
Kelahiran Pancasila dan Lahirnya Generasi Bangsaku
Tradisi Gotong Royong itu, Kini Masih Terpelihara Baik di Mamasa
Politisi PKS Mamasa Nyatakan Sikap Ke ABM
BPS GTM Resmikan Klasis Mambulillin Barat
Asri Anas dan Masmun Yan Magessa Sambangi SP Korban Kekerasan Seksual
 
KOMENTAR
 
Tulis Komentar
Nama :
Email :
URL :
Komentar :
   
   
   
     
    Catatan :
No Ads, No Spam, No Flood please !
Mohon tidak menulis iklan, spamming dan sejenisnya.
 MAIN MENU
> Home
> How to go to SULBAR
v Accomodation :
   - Hotel
   - Rumah Makan (Restaurant)
> Obyek Wisata (Destination)
> Kalender Wisata (Event Calendar)
> Directory
> Peluang Investasi (Investment)
> Perpustakaan Online (Library)
v Pemerintahan (Gov) :
   - Aparatur Pemerintah (Gov Officer)
   - Tender Online / eProcurement

 

 

Email : info [at] sulbar.com | Email Redaksi : redaksi [at] sulbar.com

Situs ini merupakan situs berita online independen seputar wilayah Sulawesi Barat
This site is an independent online news sites around the area of West Sulawesi

copyright © 2004 - 2017 SulbarDOTcom - http://www.sulbar.com/

Online sejak 16-okt-2004

Saat ini orang Online.
Jumlah pengunjung : 620,613

web server monitoring service RSS